Mencerahkan, Memberi wawasan

CLS Knight Masuk Semi Final IBL 2016

Jakarta - CLS Knights Surabaya melaju ke semifinal IBL 2016 setelah mengalahkan Satya Wacana Salatiga, 62-52, Selasa (17/5/2016) di Britama Arena.

Dalam pertandingan ini, Jamarr Andre Johnson mencetak 16 poin untuk CLS. Mario Wuysang menambahkan dengan 12 poin. Di kubu Satya Wacana, Respati Ragil Pamungkas mengemas 17 poin.

Sebelum laga di mulai, Satya Wacana menerima tiga penghargaan individu. Firman Dwi Nugroho menyabet dua gelar yakni Defesinve Player of the Year dan Most Improved Player of the Year. Sedangkan Pelatih Efri Meldi sukses merengkuh Coach of the Year.

"Puas karena menang. Tapi, untuk hasil tidak puas. Sebenarnya game plan sudah berjalan, tapi anak-anak kurang lepas. Pressure itu memang perlu. Kelak dengan adanya itu akan terbiasa," ujar Wahyu Widayat Jati, pelatih CLS.

Meski tumbang, Satya Wacana setidaknya sedikit terhibur dengan gelar individu yang diraih pelatih Efri Meldi.

"Ini bukan tujuan saya untuk mendapatkan penghargaan, tapi saya berterima kasih kepada IBL dan juga rekan media yang telah memilih saya dan juga yang selalu meliput tim Satya Wacana Salatiga. Para pemainlah yang membuat saya mendapatkan penghargaan ini," katanya.


Sumber : inilah.com




Share:

Highlights Inter Milan vs Empoli 2-1


Share:

Penjara Banceuy, Saksi Sejarah Yang Terlupakan

Penjara banceuy tempat pengasingan Bung Karno tahun 1930 ini merupakan sebuah saksi sejarah yang hanya diketahui oleh segelintir orang. Kamar tahanan yang dibangun pada zaman penjajahan belanda ini terletak di jalan banceuy Bandung jawa barat, nampak berdiri kokoh meski sudah berumur cukup tua.

Walaupun banyak pejabat negara yang pernah berkunjung, namun tidak ada kepedulian dari mereka terhadap tempat sejarah ini. Perbaikan bangunan yang baru dilakukan pun didanai oleh donator setempat.Ahmad seorang penjaganya, mengaku bahwa dulu tempat ini tidak terawat sama sekali, pengabdiannya selama 27 tahunlah yang selalu menjaga tempat ini

Ketika tahun 1930 soekarno salah satu presiden pertama Indonesia, di asingkan dan ditahan selama delapan bulan di penjara banceuy.Pada masa penjajahan belanda itu soekarno dicurigai sebagai pemberontak sehingga pihak belanda menahannya di penjara ini. 

Di dalam kamar tahanan ini hanya disediakan fasilitas vispot untuk buang air kecil dan sumur dibagian luar yang sesekali digunakan soekarno untuk manndi.Kamar tahanan ini merupakan penjara sementara yang kemudian dipindahkan ke lapak suka miskin di jalan soekarno hatta.

Terdapat aura mistis yang kuat di tempat ini, ketika proses perbaikan dilakukan ada salah satu pengunjung yang mendapatkan potret sosok aneh didalam fotonya, sang penjaga Ahmad pun menuturkan bahwa tidak heran hal seperti itu terjadi.Pada bagian dalam kamar terdapat sebuah tulisan soekarno dan bendera merah putih yang diletakkan oleh penjaganya, 

karena dulunya hanya ruangan kosong, hal itu dilakukan untuk lebih menarik.
Waaupun tidak banyak orang yang mengetahui situs bersejarah ini, dan tidak ada kepedulian pemerintah sama sekali namun tempat ini tetap terjaga dan selalu terbuka untuk orang-orang yang ingin mengetahuinya.
Share:

Boneka Planel UIN Bandung


Sri (23) lulusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi Univesitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung menyelesaikan pembuatan boneka wisuda dijalan manisi, Kecamatan Cibiru, Kota bandung (14/02/16). boneka yang terbuat dari bahan planel ini di jual mulai Rp. 50.000 sampai Rp. 200.000 dan penjualan nya hingga Merauke.PHOTO'S SPEAK/ DICKY ADAM SIDIQ


Share:

Peran Media Sosial Bagi Kegiatan Jurnalistik

Foto : Google.com

Jurnalistik merupakan kegiatan pelaporan, penyampaian, penyiapan, penyuntingan, dan peliputan berita kepada khalayak pada media massa. Di indonesia, istilah jurnalistik dulunya dengan sebutan publissitik atau publikasi secara cetak kemudian berkembang ke media elektronik. Dewasa ini media berkembang dengan pesat tidak hanya sebutan media cetak dan elektronik, kini perkembangan nya telah mencapai media tersmabung (online) yang kini membuat optimis para penggemar media.

Dengan berkembangnya media jurnalis, tugas jurnalis profesional termasuk jurnalis independen secara tidak langsung telah di mabil oleh para jurnalis warga (citizen journalist). Tak ayal , banyak media konvensional yang membuat berita versi online.

Kegiatan jurnalis dulu yang menulis berita dalam batas waktu terakhir, tetapi biasanya di sunting sebelum diterbitkan. Namun dengan adanya media online , berita tidak lagi menjadi sesuatu yang harus di tulis secara profesional karena seluruh warag dapat mengaksesberita tanpa filter dan pemahaman terhadap kode etik jurnalis.

Kini Situs media sosial bisa dikatakan sebagai alat instan yang memungkinkan para jurnalis lebih cepat dalam mencari sumber atau narasumber untuk beritanya. Jurnalis tidak perlu menelepon ke sana ke mari untuk mencari sumber berita yang biosa di percaya dan kredibel. Melalui situs media sosial, jurnalis bisa mencari tahu segala peristiwa atau fenomena yang sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Penggunaan media sosial dalam jurnalisme seiring berkembangnya jurnalisme warga ( citizen journalist) dalam media online atau jaringan internet, kecanggihan dalam akses pencarian berita ini, mau tidak mau menuntut jurnalis agar semakin cepat dalam menghimpun berita. Jurnalis dalam jaringan online telah membuat segala informasi menjadi cepat menyebar dan diterima masyarakat. Oleh karena itu. Kini seorang jurnalis di berbagai media sudah diwajibkan untuk tidak mengandalkan media utama sebagai alat penyebar berita. Ia di haruskan untuk bisa menjelajah media-media sosial agar agar bisa menjalin hubunganb baik dengan berbagai macam status sosial masyarakata agar sehingga bisa mendapatkan berita banyak, bervariasi dan detail.

Penggunaa media sosial oleh jurnalis mendapatkan berbagai dukungan dan respon positif, baik dari pimpinan media maupun masyarakat. Media sosial ini bisa di jadikan tempat wawancara ( misalnya melui fromspring, diman pertanyaan bisa masuk di inbox tujuan dan lebih tertutup daripada Twitter), berbagai foto yang tidak bisa di muat media, serat memberikan opini-opini pribadi njurnalis terhadap suatu berita.

Seorang jurnalis tidak bisa membuat berita yang tidak sesuai dengan ideologi media, meskipun dalam teorinya jurna;lis diberikan kebebasanuntuk mengikuti hati mereka dalam mengerjakan tugas. Oleh karena itu , mungkin sebagai pembebasan diri , seorang jurnalis membuat sebuah blog yang berisi catatan opini pribadinya. Jika ingin menggunakan akun Twitter atau Face book sebagai media pribadinya, tentu ia harusb berhati hati dalam mengungkakan opininya. Bisa saja opininya tersebut ditanggapi oleh dengan berbagai hal oleh pengguna user lain nya dala media sosial yang bersangkutan, kini segalanya informasi yang di buat oleh sesorang dalam suatu media sosial bisa mudah diketahui oleh seseorang dalam suatu media sosial bisa mudah diketahui oleh orang lain dan bisa mudah pula untuk di komentari macam-macam.

Kita sudah bisa melihat munculnya situs web dan situs internet yang memperlihatkan adanya aktivitas jurnalis sebagai penyebar informasi. Mungkin saja, aktivitas tersebut bukanlah suatu komunikasi massa, tetapi fungsinya dalam penyampaian informasi dengan khalayk yang tidak bisa ditebak dan tersebar dan mebuat hal ini menjadi mirip dengan komunikasi massa.

Jurnalisme warga (citizen journalis) berkembang melalui media sosial maupun situs web. Media massa professional memang secara tidak sengaja akan terus membiasakan aktivitas jurnalis profesional. Perkembangan ini memang telah membuat setiap manusi memiliki kesempatan untuk melakukan aktivitas jurnalis, yaitu menghimpun dan menyebar informasi.

Atas tuntutan perkembangan tersebut, maka hampir semua media massa kini memiliki situs atay akun untuk mereka di dunia maya. Mereka tidak lagi terpatok dengan penyebaran berita dengan media konvensional. Situs situs media sosial dalam jaringan telah memudahkan mereka dalam aktivitas jurnalis sehari hari.

Seorang jurnalis memang tidak hanya dituntu untuk sekedar tahu dimana jurnalisme tetapi juga menguasai teknologi yang akan membantu mereka dalam kegiatan jurnalis. Seorang jurnalis minimal memiliki satu situs atau akun di media sosialsebagai alat utama dan penunjang kerjanya sebagai jurnalis.

Dalam jurnalisme warga yang terus berjalan dan berkembang, orang orang menjadi sadar dan kritis terhadap pesan pesan media. Sepertinya teori jarum hipodermik akan sangat kalah dan terlupakan. Memalui jurnalisme warga orang orang akan gemar berdiskusi kemudian membentuk komunitas-komunitas tanggap media.

Hal ini adalah hal yang menarik meskipun sedikit membuat jurnalis media massa professional menjadi harus bersaing ekstra kera, kerja mereka saat ini bukan dihargai dengan surat kabar yang terjual tetapi dengan tanggapan atau opini masyarakat tentang berita yang mereka buat. ini adalah konsekuensi dari semakin malasnya konsumen media salam berlangganan media massa karena mahal juga tidak praktis.Jurnalistik merupakan kegiatan pelaporan, penyampaian, penyiapan, penyuntingan, dan peliputan berita kepada khalayak pada media massa. Di indonesia, istilah jurnalistik dulunya dengan sebutan publissitik atau publikasi secara cetak kemudian berkembang ke media elektronik. Dewasa ini media berkembang dengan pesat tidak hanya sebutan media cetak dan elektronik, kini perkembangan nya telah mencapai media tersmabung (online) yang kini membuat optimis para penggemar media.

Dengan berkembangnya media jurnalis, tugas jurnalis profesional termasuk jurnalis independen secara tidak langsung telah di mabil oleh para jurnalis warga (citizen journalist). Tak ayal , banyak media konvensional yang membuat berita versi online.

Kegiatan jurnalis dulu yang menulis berita dalam batas waktu terakhir, tetapi biasanya di sunting sebelum diterbitkan. Namun dengan adanya media online , berita tidak lagi menjadi sesuatu yang harus di tulis secara profesional karena seluruh warag dapat mengaksesberita tanpa filter dan pemahaman terhadap kode etik jurnalis.

Kini Situs media sosial bisa dikatakan sebagai alat instan yang memungkinkan para jurnalis lebih cepat dalam mencari sumber atau narasumber untuk beritanya. Jurnalis tidak perlu menelepon ke sana ke mari untuk mencari sumber berita yang biosa di percaya dan kredibel. Melalui situs media sosial, jurnalis bisa mencari tahu segala peristiwa atau fenomena yang sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Penggunaan media sosial dalam jurnalisme seiring berkembangnya jurnalisme warga ( citizen journalist) dalam media online atau jaringan internet, kecanggihan dalam akses pencarian berita ini, mau tidak mau menuntut jurnalis agar semakin cepat dalam menghimpun berita. Jurnalis dalam jaringan online telah membuat segala informasi menjadi cepat menyebar dan diterima masyarakat. Oleh karena itu. Kini seorang jurnalis di berbagai media sudah diwajibkan untuk tidak mengandalkan media utama sebagai alat penyebar berita. Ia di haruskan untuk bisa menjelajah media-media sosial agar agar bisa menjalin hubunganb baik dengan berbagai macam status sosial masyarakata agar sehingga bisa mendapatkan berita banyak, bervariasi dan detail.

Penggunaa media sosial oleh jurnalis mendapatkan berbagai dukungan dan respon positif, baik dari pimpinan media maupun masyarakat. Media sosial ini bisa di jadikan tempat wawancara ( misalnya melui fromspring, diman pertanyaan bisa masuk di inbox tujuan dan lebih tertutup daripada Twitter), berbagai foto yang tidak bisa di muat media, serat memberikan opini-opini pribadi njurnalis terhadap suatu berita.

Seorang jurnalis tidak bisa membuat berita yang tidak sesuai dengan ideologi media, meskipun dalam teorinya jurna;lis diberikan kebebasanuntuk mengikuti hati mereka dalam mengerjakan tugas. Oleh karena itu , mungkin sebagai pembebasan diri , seorang jurnalis membuat sebuah blog yang berisi catatan opini pribadinya. Jika ingin menggunakan akun Twitter atau Face book sebagai media pribadinya, tentu ia harusb berhati hati dalam mengungkakan opininya. Bisa saja opininya tersebut ditanggapi oleh dengan berbagai hal oleh pengguna user lain nya dala media sosial yang bersangkutan, kini segalanya informasi yang di buat oleh sesorang dalam suatu media sosial bisa mudah diketahui oleh seseorang dalam suatu media sosial bisa mudah diketahui oleh orang lain dan bisa mudah pula untuk di komentari macam-macam.

Kita sudah bisa melihat munculnya situs web dan situs internet yang memperlihatkan adanya aktivitas jurnalis sebagai penyebar informasi. Mungkin saja, aktivitas tersebut bukanlah suatu komunikasi massa, tetapi fungsinya dalam penyampaian informasi dengan khalayk yang tidak bisa ditebak dan tersebar dan mebuat hal ini menjadi mirip dengan komunikasi massa.

Jurnalisme warga (citizen journalis) berkembang melalui media sosial maupun situs web. Media massa professional memang secara tidak sengaja akan terus membiasakan aktivitas jurnalis profesional. Perkembangan ini memang telah membuat setiap manusi memiliki kesempatan untuk melakukan aktivitas jurnalis, yaitu menghimpun dan menyebar informasi.

Atas tuntutan perkembangan tersebut, maka hampir semua media massa kini memiliki situs atay akun untuk mereka di dunia maya. Mereka tidak lagi terpatok dengan penyebaran berita dengan media konvensional. Situs situs media sosial dalam jaringan telah memudahkan mereka dalam aktivitas jurnalis sehari hari.

Seorang jurnalis memang tidak hanya dituntu untuk sekedar tahu dimana jurnalisme tetapi juga menguasai teknologi yang akan membantu mereka dalam kegiatan jurnalis. Seorang jurnalis minimal memiliki satu situs atau akun di media sosialsebagai alat utama dan penunjang kerjanya sebagai jurnalis.

Dalam jurnalisme warga yang terus berjalan dan berkembang, orang orang menjadi sadar dan kritis terhadap pesan pesan media. Sepertinya teori jarum hipodermik akan sangat kalah dan terlupakan. Memalui jurnalisme warga orang orang akan gemar berdiskusi kemudian membentuk komunitas-komunitas tanggap media.

Hal ini adalah hal yang menarik meskipun sedikit membuat jurnalis media massa professional menjadi harus bersaing ekstra kera, kerja mereka saat ini bukan dihargai dengan surat kabar yang terjual tetapi dengan tanggapan atau opini masyarakat tentang berita yang mereka buat. ini adalah konsekuensi dari semakin malasnya konsumen media salam berlangganan media massa karena mahal juga tidak praktis.
Share:

Pemadaman Kebakaran

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar gudang rongsokan di jalan raya by pass cicalengka, bandung,jum'at (18/09/15) malam. Api yang di duga berasal dari pembakaran sampah ini seketika membesar dan melalap gudang rongsokan, dua rumah dan dua warung yang berada dekat di sekitarnya. PHOTO'S SPEAK/DICKY ADAM SISIQ.

Share:

Membangun Kritik Lewat Seni

Seorang pemeran Marsinah menampilkan monolog yang diinisiasi oleh Studi Teater Universitas Islam Bandung(STUBA) dan keluarga Mahasiswa Jurnalistik(KMJ) dalam pentas berjudul "Membangunkan Marsinah", di Parkiran Utama kampus UNISBA, Jl. Taman sari No. 1, Bandung. Minggu(15/5/2016). Pementasan tersebut bertujuan mengkampanyekan pentingnya kesadaran akan isu-isu sosial. Foto : Abdillah Hanifan
Bandung-- Studi Teater Universitas Islam Bandung(STUBA) bersama Keluarga Mahasiswa Jurnalistik(KMJ) menginisiasi penyelenggaraan pentas monolog berjudul "Membangunkan Marsinah", di Parkiran Utama Kampus UNISBA, Jl Taman Sari No.1, Bandung. Minggu(15/5/2016)

Acara ini diselenggarakan dalam rangka kritik terhadap kondisi sosial saat ini dan ahistorisnya mahasiswa terhadap isu-isu sosial. Dengan mengangkat kembali isu pelanggaran HAM yang dialami Marsinah 23 tahun lalu dan sampai saat ini belum tuntas.

Diakhir pertunjukan kawan seperjuangan Marsinah, Ibu Ani, menyampaikan sulitnya memperjuangkan hak buruh dan intimidasi yang didapatnya saat itu. Ani menambahkan saat ini hal tersebut masih terjadi dengan pola yang hampir mirip.

Dalam press reales produser dalam pementasan tersebut, Reggi Kayong Munggaran, menyampaikan bahwa pementasan ini akan kembali digelar pada tanggal 18 Mei di kampus ISBI. Ia pun menyampaikan kekecewaannya atas pembubaran diskusi yang diselenggarakan LPM Daunjati tempo hari oleh sekelompok ormas.
Share:

Curug Cinulang, Objek Wisata Yang Terlupakan


Curug Cinulang adalah salah satu objek wisata yang menyuguhkan panorama air terjun yang berada di daerah Jawa Barat. Terletak di perbatasan kabupaten Bandung dan kabupaten Garut, Jawa Barat. Meskipun demikian, namun secara administratif curug cinulang terletak di Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Bandung.

Objek wisata ini cukup mudah untuk dikunjungi, terletak sekitar 38 kilometer dari kota Bandung. Dari tol purbaleunyi kita tinggal berkendara ke arah Garut, tepatnya sebelum kita memasuki kawasan Nagrek, ada papan petunjuk tentang lokasi wisata Curug Cinulang.

Cukup menempuh jarak sekitar 2,5 kilometer saja dari papan petunjuk tersebut. Namun untuk bisa sampai ke tempat tujuan wisata akses yang digunakan terbilang minim, tidak ada angkutan kota namun jangan khawatir kita bisa menggunakan ojeg meskipun masih terbilang jarang, maka dari itu dianjurkan sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi supaya bisa sampai ke tempat tujuan dengan mudah.

Angin sepoi-sepoi akan segera menyergap tubuh anda ketika berjalan menuju tempat wisata Curug Cinulang. Ya, kita akan disuguhi panorama alam pegunungan yang indah dan udara yang sangat sejuk, karena daerah menuju Curug Cinulang merupakan daerah pegunungan.

Harga tiket masuk terbilang sangat murah, cukup dengan membayar Rp.2000 kita sudah bisa masuk dan menikmati objek wisata Curug Cinulang, setara dengan harga parkir kendaraan bukan? Kurang lebih sekitar 100 meter dari loket, kita bisa melihat air terjun yang terdiri dari dua aliran, besar dan kecil. Aliran kecil merupakan pecahan dari air terjun utamanya.

Air terjun yang berasal dari sungai citarik ini terkenal dengan aliran air yang sangat deras karena memiliki ketinggian sekitar 50 meter, sehingga pengunjung tidak akan berani berdiri tepat dibawah air terjun tersebut. Biasanya para pengunjung hanya berenang disungai atau sekedar berfoto-foto sambil menikmati sensasi cipratan air yang di timbulkan air terjun itu.

Selain objek wisata air terjun, anak-anak juga bisa bermain di arena taman bermain yang letaknya berada diatas bukit seberang sungai citarik. Saking indahnya, objek wisata Curug Cinulang, musisi sunda Yayan Djatnika menciptakan lagu yang berjudul "Curug Cinulang".

Namun masih ada beberapa hal yang sangat memprihatinkan terkait objek wisata Curug Cinulang, yakni air yang keruh dan sampah yang menumpuk disekitar air terjun. Hal ini terjadi karena air sudah terkontaminasi oleh pedesaan yang terdapat diatas aliran sungai citarik tersebut, selain itu mushala yang terdapat di lokasi objek wisata terlihat kurang terurus.

Dalam hal ini perlu adanya perhatian pemerintahan setempat terkait pemeliharaan, dan peninjauan kembali supaya gairah sektor pariwisata kota Bandung kembali meningkat. Setidaknya masyarakat tidak akan melupakan objek wisata Curug Cinulang, kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?
Share:

Payung Teduh Gemparkan UIN Bandung

Kelompok musik Payung Teduh tampil pada acara Fisip Award yang digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Bandung di Gedung Anwar Musaddad, Jalan A H. Nasution, Kota Bandung, Senin (16/5/2016). Foto : Asep Solihin
Bandung - Payung Teduh unit band asal Jakarta teduhkan FISIP Award 2016 di Gedung Anwar Musaddad, UIN Sunan Gunung Djati Bandung,  Senin (16/5/2016).

Band dengan personil Mohhamad Istiqamah Djamad (Vokalis/ Gitar), Comi (Bass), Ivan (Gitar), dan Cito (Drum) merupakan salah satu band yang memiliki warna musik tersendiri dengan alunan jazz dan sedikit sentuhan keroncong.

“Hari ini gokil, di UIN seru, pokoknya gak bisa banyak komen,” ungkap Is sapaan akrab vokalis Payung Teduh saat ditemui Bandungoke.com.

Dengan membawakan sembilan lagu andalan diantaranya Angin Pujaan Hujan, Berdua Saja, Kucari Kamu, Untuk Perempuan, Biarkan, Rahasia, Diujung Malam, Resah dan Menuju Malam para penonton ikut bernyanyi bersama. 

“Semua lagu yang dibawakan itu lagu andalan dan semua lagu yang saya bikin saya suka,” tambah Is.

Ini adalah kali pertama Payung Teduh perform di UIN Bandung. 

“Kita tuh ingin jadi yang pertama, soalnya kan kalau misalkan kita lihat di UIN belum pernah ngedatengin bintang tamu payung teduh,” ujar Ketua Pelaksana Fazrin Alfaris. 

Fazrin menambahkan payung teduh sekarang lagi naik daun dan antusuias mahaisiwa pun luar bisa terhadap band asal Jakarta ini. Sebanyak 2000 tiket habis terjual.

FISIP Award 2016 sendiri merupakan acara yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) merupakan apresiasi untuk para akademisi mahasiswa, himpunan dan dosen. 
Share:

Kuda Lumping


Seorang anak sedang memainkan kesenian kuda lumping,di kampung daun, jalan sersan bajuri Km 4,7, Lembang, Jawa Barat. Kamis (11/6/15). Kesenian kuda lumping yang di pertunjukan oleh komunitaas kaulinan barudak atau karinding Langansari (KALASAR) ini sebagai ucapan selamat datang kepada para wisatawan sekaligus melestarikan kesenian kuda lumping. PHOTO’S SPEAK/DICKY ADAM SIDIQ

Share:

Endang, Sang Pria Nomaden Dari Cililin


Terik matahari yang menyengat kulit, tak jadi halangan untuk meneruskan pekerjaannya membuat alat-alat untuk kerangka bangunan dari kayu atau pun besi. Hanya sisa-sisa rasa lelah yang ada tergambar di raut wajah keriputnya, melangkah menuju warung di sudut kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang masih dalam proses pembangunan.

Sepiring nasi, segelas air teh manis hangat, bak surga bagi buruh bangunan yang sederhana ini. Begitu lahap menghabiskan makan siangnya Endang Saptaji (50) lelaki paruh baya asal Cililin, yang ditemui di sela waktu istirahatnya bekerja sebagai buruh proyek PT. Saluyu (25/3).

Sepak terjal angkuhnya roda kehidupan ini Endang lalui, tak hanya bekerja sebagai buruh bangunan yang telah dijalani dari tahun 1983, sampingan kerja sebagai supir Elf pun jadi pilihannya yang baru 20 tahun ini dilakoni untuk menyambung hidup.

“Trong...trang...., trong...trang...”! teriakan besi terdengar sangat riuh dikawasan proyek yang menandai telah dimulainya aktivitas pembangunan sekitar pukul 08.00, badanya yang kecil berusaha mengumpulkan tenaga untuk menyusun kerangka besi sehingga tetesan keringat pun bercucuran membasahi wajah dan seluruh tubuhnya. Bekerja banting tulang seperti ini harus mampu Endang lakukan sampai pukul 22.00 WIB.

 Endang diberi upah kotor sebesar Rp.50.000/hari dan dipotong untuk makan jadi upah bersihnya sebesar Rp.25.000/hari. Setelah 2 minggu bekerja, barulah diberi upah Rp.400.000 sehingga bisa pulang dan memberikan nafkah untuk anak dan istri. “Kalau lembur bisa dapat sampai Rp.700.000, saya cuma tamatan SD ya inilah kerja yang bisa saya lakukan untuk keluarga,” kata Endang.

Setiap keluarga menginginkan untuk selalu bersama, beda halnya dengan keluarga Endang. Siap tidak siap, keluarganya harus rela untuk ditinggalkan. Pekerjaannya yang nomaden menuntut Endang untuk pergi ke beberapa kota seperti Aceh, Cibubur dan kota lainnya sehingga proyek itu selesai.

Sangatlah berat, berbulan-bulan harus meninggalkan keluarga tercinta, rata-rata 3 bulan dan paling lama kerja selama 9 bulan waktu yang dihabiskan untuk bekerja baik itu di dalam kota atau pun luar kota.
Dari upah yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Endang selalu berusaha untuk menyisihkan uang bagi pendidikan anak-anaknya. 3 anaknya yang kini masih menyenyam pendidikan di SMP dan SD membutuhkan biaya yang cukup banyak. “ Saya hanya bisa terus berusaha dan berdo’a, insya Allah rezeki itu akan datang dengan sendirinya. 

Keinginan saya tidak muluk-muluk, saya ingin melihat anak-anak bisa mengenyam pendidikan, sholeh dan bisa berbakti pada orang tua,” tutur Endang.
Share:

Lintas Bambu

Rubby Firmansyah (15) merangkak melintasi sebuah bambu yang berada di kolam salah satu warga kampung Pamoyanan, Cicalengka, Bandung, Sabtu ( 15/8/15). Lomba yang mengandalkan keseimbangan badan ini, mampu menyedot antusias warga untuk datang menonton dan mengikuti lomba tersebut. DICKY ADAM SIDIQ/PHOTO’S SPEAK.

Share:

Hadang Pemain

Kiper Sman kartika Billy (kiri) menghadang bola pemain sman 18 Gilang (kanan) dalam lanjutan Liga pendidikan indonesia (LPI) Kota Bandung di Stadion Persib, jalan Ahmad Yani, Bandung (10/04/16). Sman 18 unggul 6-1 atas Sman kartika dan memantapkan posisi di puncak klasmen grup c juga dipastikan lolos ke babak 16 besar.photos's speak/Dicky adam sidiq

Share:

Sulitnya Melenyapkan Perilaku Korupsi

Ibarat virus, korupsi termasuk gampang-gampang susah dimusnahkan. Belum ada vaksin anti korupsi yang sanggup meredam penyebaran virus tersebut sampai ke akar-akarnya. Lembaga superbodi sekelas Komisi Pemberantasan Korupsi pun belum mampu menghentikan budaya korupsi.

Tanpa disadari, korupsi muncul dari kebiasaan yang dianggap lumrah dan dianggap wajar oleh masyarakat. Tindakan memberi hadiah kepada pejabat atau pegawai negeri, bahkan keluarganya, sebagai imbal jasa sebuah pelayanan dipandang lumrah sebagai bagian dari budaya ketimuran.

Pengertian korupsi sebenarnya telah dimuat secara tegas dalam Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagian besar pengertian korupsi di dalam UU itu dirujuk dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang lahir sebelum negara ini merdeka.

Jika merujuk UU No 31/1999 juncto UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi, kebiasaan berperilaku koruptif, yang selama ini dianggap sebagai hal wajar dan lumrah, dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi. Pemberian gratifikasi atau pemberian hadiah kepada penyelenggara negara dan berhubungan dengan jabatannya, jika tidak dilaporkan ke KPK, dapat menjadi salah satu bentuk tindak pidana korupsi.

Langkah Presiden

Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Instruksi Presiden No 7/2015 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi. Dalam inpres itu, terdapat 96 butir aksi yang harus dilaksanakan selama tahun 2015.

Inpres yang ditujukan kepada kementerian atau lembaga serta pemerintah daerah itu dimaksudkan untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan membentengi kebijakan dari tindak pidana korupsi. Terkait hal itu, presiden berharap agar aksi dilakukan dengan sebaik-baiknya, tak sekadar formalitas. Melalui inpres itu, presiden juga meminta dihilangkannya pungutan liar dan birokrasi yang berbelit.

Persoalannya sederhana, korupsi sudah ada sejak republik ini berdiri. Perilaku koruptor sudah sangat sulit dilenyapkan karena telah mendarah daging berpuluh tahun. Mereka (koruptor) memiliki beribu modus operandi untuk menggangsir uang negara. Laiknya tindak pidana umum, pelaku korupsi selalu berada selangkah di depan penegak hukum.

Korupsi, menurut Philip (1997), adalah tingkah laku dan tindakan seseorang pejabat publik yang menyimpang dari tugas publik formal untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau keuntungan bagi orang-orang tertentu yang berkaitan erat dengan pelaku korupsi, seperti keluarga koruptor, karib kerabat koruptor, dan teman koruptor. Pengertian ini juga mencakup kolusi dan nepotisme pemberian patronase lebih karena alasan hubungan kekeluargaan (ascriptive) daripada merit. Pengertian korupsi oleh Philip dipusatkan pada korupsi yang terjadi di kantor publik.

Kedua, pengertian korupsi yang berpusat pada dampak korupsi terhadap kepentingan umum (public interest centered). Dikatakan, korupsi telah terjadi apabila seorang pemegang kekuasaan atau fungsionaris pada kedudukan publik melakukan tindakan-tindakan tertentu untuk orang-orang yang akan memberikan imbalan, baik itu uang atau materi lain, sehingga merusak kedudukan dan kepentingan publik.

Jaksa Agung HM Prasetyo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (kiri ke kanan) saat menyampaikan keterangan pers seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri lainnya di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (19/6). Rapat membahas strategi nasional untuk mencegah dan memberantas korupsi.

Pengertian korupsi ketiga menurut Philip adalah yang berpusat pada pasar (market centered), yang diambil dari hasil analisis tentang korupsi yang dikaji menggunakan teori pilihan publik dan sosial serta pendekatan ekonomi dalam kerangka analisis politik bahwa pengertian korupsi adalah kegiatan atau aktivitas oleh lembaga ekstra-legal yang digunakan individu-individu ataupun kelompok-kelompok untuk mendapat pengaruh terhadap kebijakan dan tindakan birokrasi. Kemudian dilanjutkan bahwa pengertian korupsi berarti penyalahgunaan kekuasaan oleh seorang pegawai atau pejabat pemerintah untuk mendapatkan tambahan pendapatan dari publik.

Inilah yang kerap menjebak seseorang yang masuk ke dunia politik. Dalam ajang pemilihan kepala daerah (pilkada), misalnya, seorang calon kepala daerah harus mengeluarkan biaya tak sedikit untuk "membeli" kendaraan politik, ongkos kampanye hingga politik uang. Pertanyaannya, dari mana seorang kepala daerah bisa mengembalikan investasi yang sudah dibenamkan saat pencalonan. Setelah menjabat, mau tak mau, ia harus kreatif mengatur proyek-proyek APBD di daerahnya. Memang, ada beberapa kepala daerah yang relatif bersih dan enggan menggerogoti keuangan negara, tetapi jumlahnya tidak banyak.

Banyak hal yang membuat republik ini subur dengan korupsi kendati terdapat tiga lembaga penegak hukum, yakni KPK, Polri, dan kejaksaan, yang memiliki kewenangan memberantas korupsi. Meski demikian, efek jera yang ditimbulkan ketiganya hingga kini belum begitu terasa. Bahkan, sebagai tindak pidana yang luar biasa (extra ordinary crime), koruptor masih mendapat perlakuan khusus. Mulai dari tingkat penyidikan, vonis pengadilan, hingga saat menyandang status sebagai narapidana, mereka tetap memperoleh perlakuan yang lebih baik dibandingkan dengan pelaku tindak pidana khusus lainnya.

Jadi, jangan bermimpi vaksin anti korupsi akan mampu membasmi virus korupsi yang telanjur menggerogoti sel, darah, dan daging. Negara ini membutuhkan kesanggupan berbagai pihak untuk membentuk sistem, budaya, dan watak generasi yang benar-benar bersih agar virus korupsi tidak menjangkit.






Oleh : Topan Yunarto
Share:

Awas Pedagang Burung

Waktu itusudah petang, angkutan umum seharusnya ramai dengan penumpang yang baru pulang kerja. Martha, mahasiswa salah satu universitas di kawasan Serpong, baru saja pulang kuliah dan ingin pulang ke rumahnya yang berada di dekat Pasar modern, BSD, Tangerang. Tanpa rasa takut, karena memang sudah biasa pulang dengan angkutan umum, Martha memasuki angkutan umum berwarna hijau.

Tanpa curiga, melihat sekelompok pria duduk di bangku pojok. Ada sebuah kantong yang dibungkus dan ada sesuatu yang bergerak-gerak di dalamnya. Pria-pria itu terlihat tidak saling mengenal satu sama lain. Ada juga seorang remaja SMA yang sedang duduk dan sepertinya hendak pulang ke rumahnya. Tak lama kemudian seorang ibu menggunakan masker penutup hidung masuk.

Belum lama angkutan itu jalan, ibu yang baru saja masuk ke angkutan tadi tiba-tiba minta berhenti dan turun. Wajahnya sama sekali tidak menunjukan rasa takut, tetapi ketika menuruni angkutan tangannya menepuk paha Martha seakan memberikan kode. Martha masih tidak sadar. Ia tetap duduk menunggu angkutan sampai ke dekat rumahnya.

Beberapa menit kemudian, tiba-tiba salah seorang pria menyeletuk. Ia menawarkan sesuatu yang ia bawa dalam kantong yang dibungkus tadi. Katanya isinya adalah burung. Pria yang lainnya menyahut seakan ingin menawar dan bertanya-tanya. Saat itulah Martha mulai sadar. Salah satu temannya di kampus pernah bercerita tentang pengalaman buruknya menaiki angkutan umum.

Pengalaman yang Martha dengar adalah tentang transaksi jual-beli burung dalam angkutan umum. Temannya pernah mengalami semacam pemaksaan dari transaksi tersebut. Kejadian awalnya sama persis seperti yang baru saja didengar Martha ketika seorang pria menawarkan burung pada pria di sebelahnya. Motif tersebut katanya bukan motif baru dan sebenarnya bukan penipuan.

Kejahatan yang terjadi di angkutan umum bukan hal yang jarang terjadi, bahkan di kota-kota besar sudah menjadi hal yang biasa. Berbagai tindakan mulai dari kriminal hingga pemerkosaan sudah tersiar hingga media massa. Namun hal tersebut tetap terjadi meskipun dimodifikasi dengan motif yang berbeda.

Martha tersentak begitu mendengar percakapan tak wajar itu terjadi. Mereka yang seakan tak saling mengenal pada awalnya, kini mulai bercakap-cakap seperti hendak menawar harga burung tersebut. Beruntung, ketika mereka sedang sibuk bertransaksi, Martha mengambil kesempatan tersebut untuk turun dari angkutan menyelamatkan dirinya. Sayang, ia tak sempat memberitahu seorang remaja SMA yang juga berada di sana.

Tak tahu bagaimana nasib remaja tersebut. Ia tinggal seorang diri dalam angkutan itu di antara beberapa pria misterius yang melaksanakan transaksi bohong-bohongan itu. Yang terpenting Martha sudah selamat, tak terbayang jika apa yang terjadi pada temannya juga terjadi padanya.
Ketika itu, temannya sempat terpojok. Transaksi tersebut sudah sampai pada tahap tawar-menawar. Pria tersebut bersuara lantang seakan memancing penumpang lain untuk ikut terlibat dalam transaksi tersebut. Ada juga yang berpura-pura menyebutkan uang yang ia miliki seakan ingin membeli tapi uangnya tidak cukup.
Teman Martha yang juga seorang perempuan itu malah dipaksa untuk memberikan handphone yang ia pegang. Salah seorang remaja yang duduk di dekatnya ternyata sudah terkena paksaan dan menyerahkan handphone-nya pada salah seorang pria. Sungguh bukan hal yang wajar yang terjadi dalam angkutan umum.
Penasaran, saya mencoba klarifikasi kejadian tersebut pada supir angkutan umum yang suka mangkal di depan kampus. Pertanyaan saya langsung tertuju pada pengetahuan mereka tentang motif transaksi jual-beli burung di angkutan umum. Awalnya sekelompok supir tersebut tak ada yang menjawab, tapi tiba-tiba salah seorang supir orang Batak bercerita.
“Jadi awalnya ada laki-laki berpakaian rapi masuk dan duduk di samping supir. Nanti beberapa meter kemudian masuk beberapa pria dan mereka tampak gak saling mengenal. Nah, setelah ada penumpang lain masuk, baru mereka memulai transaksinya. Ini bukan penipuan, tapi ya seperti dihipnotis,” ujar supir yang mengaku pernah mengalami kejadian tersebut di dalam angkutannya.
Supir tersbeut mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, sarannya hanya supaya penumpang berhati-hati dan tidak mengeluarkan handphone di dalam angkutan umum. Jangan juga terpancing percakapan atau sekedar melirik karena tertarik oleh suara burung yang kata supir tersebut hanyalah suara burung buatan dari salah-satu pelaku.
Kejadian tersebut bisa menjadi pengalaman untuk orang lain. Memang tidak bisa kita mencurigai orang begitu saja, tapi berhati-hati adalah hal yang paling penting ketika menaiki kendaraan umum. Hal ini yang sering luput dari perhatian masyarakat.
Share:

Westham united siapkan sanksi

Sumber: Google.com
Bandung, Inspiratif - West Ham akhirnya merilis pernyataan resmi mereka terkait perusakan bus timManchester United di luar stadion Boleyn Ground. Pihak klub akan memberikan sanksi seumur hidup kepada suporter yang bersalah dalam insiden tersebut.

Seperti diketahui, bus tim Manchester United mendapatkan lemparan berbagai benda dalam perjalanan mereka ke stadion. Akibat insiden tersebut, pertandingan pun sempat tertunda selama kurang lebih 45 menit.

Pihak kepolisian dan pihak FA sendiri sebelumnya telah mengatakan akan melakukan investigasi atas kejadian tersebut. Dan pihak klub juga memberikan reaksi dan kutukan keras kepada pelaku.

"Ini telah menjadi sebuah malam luar biasa penuh dengan momen luar biasa di hadapan suporter luar biasa. 99 persen mereka bertingkah laku tanpa cela dan merupakan kebanggaan buat klub," tulis West Ham dalam pernyataan di situs resmi klub.

"Kami mendapatkan ribuan tweet dan email dari para penggemar yang mengatakan betapa bangganya mereka bisa menjadi bagian dari sebuah malam spesial dalam sejarah West Ham.""Akan tetapi, kami menyadari bahwa ada sejumlah suporter di luar Boleyn Ground yang tak bertindak sepatutnya dalam insiden perusakan bus tim Manchester United."

"Itu tak dapat diterima dan kami akan bekerjasama dengan polisi untuk mengidentifikasi yang bertanggungjawab dan menghukum mereka seumur hidup," tegas West Ham.(whu/dzi)
Share:

10 Etika internet

Dalam literatur komunikasi kita mengenal etika komunikasi. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan etika sebagai “ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)”. 

Etika sering disebut juga dengan “etiket” (étikét), yaitu ”tata cara (adat sopan santun, dsb) dalam masyarakat beradab dl memelihara hubungan baik antara sesama manusianya” (KBBI). 

Kita bisa memaknai etika komunikasi dengan “sopan-santun atau tatakrama dalam berkomunikasi” atau “cara berkomunikasi yang baik”. 

Etika komunikasi di internet dikenal dengan istilah Netiquette –kependekan dari “Network Etiquette” atau “Internet Etiquette”.

Netiquette (Inggris) atau Netiket (Indonesia) dapat dimaknai sebagai “sopan-santun dalam berkomunikasi di internet, seperti dalam chatting, kirim pesan, menulis status facebook, “berkicau” di twitter, menulis di blog (website), dan berkomentar di situs berita”.

Etika komunikasi di internet pada dasarnya sama dengan etika berkomunikasi di “dunia nyata” dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, menggunakan kata-kata yang baik (sopan), ramah, serta berbicara jelas dan mudah dimengerti. 

Salah satu rujukan netiket adalah artikelVirginia Shea (Netiquette, by Virginia Shea, published by Albion Books, San Francisco (info@albion.com). ©1994 Virginia Shea) berjudul The Core Rule of Netiquette

Shea memberikan 10 peraturan ketika berinteraksi di dunia maya. Intinya sama dengan etika komunikasi dalam dunia nyata, seperti jangan menyakiti, jangan menyinggung perasaan, berbicara efektif, jangan sungkan minta maaf jika keliru, dan sebagainya.

Berikut ini etika komunikasi di internet atau –dalam istilah Shea– peraturan inti etika berinternet (netiquette/netiket). 

Core Rule of Netiquette 
1. Remember the human. 
Jangan lupa, orang yang membaca email atau posting Anda adalah manusia juga yang punya perasaan –bisa tersinggung atau sakit hati. Jadi, jangan menyakiti hati orang lain. Jangan kirim email atau posting yang sekiranya mempermalukan. 

2. Adhere to the same standards of behavior online that you follow in real life.
Standar etika komunikasi internet sama saja dengan etika komunikasi di dunia nyata, seperti etis, menghargai pendapat orang lain, dan jangan dan melanggar hukum (breaking the law is bad Netiquette). 

3. Know where you are in cyberspace.
Setiap situs atau forum online biasanya punya aturan main. Maka, taati aturan itu. Baca dulu aturan sebelum gabung. “Intai dulu sebelum melompat” (Lurk before you leap). Sadari Anda ada di forum apa dan bagaimana. 

4. Respect other people’s time and bandwidth.
Posting pesan yang sesuai dengan grup diskusi. Jangan ajukan pertanyaan bodoh. Baca dokumen FAQ (Frequently Asked Questions) atau “Yang Sering Ditanyakan” (YSD).

Jangan posting hal yang sekiranya sudah diketahui anggota grup (don’t waste expert readers’ time by posting basic information). 

Jika Anda tidak setuju dengan sebuah forum online, jangan buang waktu dengan “menggugat” mereka. Tinggalkan saja! (If you disagree with the premise of a particular discussion group, don’t waste the time and bandwidth of the members by telling them how stupid they are. Just stay away). 

5. Make yourself look good online.
Cek grammar dan ejaan (tata bahasa) sebelum posting. Pahami yang Anda katakan dan pastikan ia masuk akal. Know what you’re talking about and make sense. 

6. Share expert knowledge.
Bagi pengetahuan dan wawasan Anda.Sedekah ilmu! Jawab pertanyaan yang ada jika Anda tahu. 

7. Help keep flame wars under control.
Kendalikan emosi Anda! Jangan posting apa pun dalam keadaan marah! Jangan posting atau kirim komentar yang bernada amarah tinggi! Ada pepatah:

Sesuatu yang dimulai dengan rasa marah akan menghasilkan penyesalan. Jangan ragu minta maaf jika Anda keliru atau menginggung perasaan orang lain. 

8. Respect other people’s privacy.
Hargai privasi orang. Jangan baca email, pesan, atau inboks pribadi orang lain. Don’t read other people’s private email. 

9. Don’t abuse your power. 
Jangan menyalahgunakan kekuasaan. Jangan korupsi! Makin besar kekuasaan yang Anda mikiki, kian penting bagaimana menggunakannya. The more power you have, the more important it is that you use it well. 

10. Be forgiving of other people’s mistakes. 
Jika orang lain salah, maafin aja….! 

Kepatuhan atau pelanggaran atas Etika Internet di atas akan menjadi "cermin beradab-tidaknya" seseorang di dunia maya, mungkin juga sekaligus cermin moralitas dan perilakunya di dunia nyata.

Secara teknis, netiket juga termasuk cara penulisan, seperti "jangan gunakan huruf tebal semua (all caps) di judul" karena kata-kata dengan semua huruf tebal bermakna "teriak".

Mengikuti Prinsip dan Teknik Menulsi di Media Online juga termasuk bagian dari pengalaman manifesto dan etika internet. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*
Share: